01 4 / 2014

17 3 / 2014

Hadeuuuhhh… Emang beginih sekarang ceritanya…

Hadeuuuhhh… Emang beginih sekarang ceritanya…

(Source: rifkihidayat, via latuphi)

27 2 / 2014


Tayangan sampah – View on Path.

Bener bangettt nihhh… Banyak Tayangan sampah…

Tayangan sampah – View on Path.

Bener bangettt nihhh… Banyak Tayangan sampah…

(Source: rifkihidayat, via siiratriani)

27 2 / 2014

hilmazahra:

Kepribadian seseorang bisa dinilai dari caranya makan tahu dan cabe, contohnya:

KONSERVATIF:
Gigit tahu dulu, baru gigit cabe.

PROGRESIF:
Gigit cabe dulu, baru gigit tahu.

SPEKULATIF:
Begitu menemukan cabe langsung main gigit dengan harapan di dekat situ pasti ada tahu.

IMAJINATIF:
Belum gigit cabe sudah merasa kepedesan.

OPTIMIS:
Yakin dan percaya tahu akan segera muncul, …. sambil nunggu kunyah cabe dulu….

PERMISIF:
Tahu dan cabenya dimakan orang, diam saja.

MASOKIS:
Makan cabe 10 biji tidak pakai tahu.

OBSESIF-KOMPULSIF:
Sebelum makan dihitung dulu biar yakin jumlah tahunya sama dengan jumlah cabenya.

DRAMATIS:
Setelah makan tahu pakai cabe langsung menangis kepedasan, lalu merangkak sambil meratap histeris ke dispenser air.

EKSIBISIONIS:
Sebelum makan bilang dulu ke orang sebelah, “Lihat nih saya mau makan tahu pake cabe!”.

KAPITALIS:
Tahunya dimakan, biji cabenya ditanam supaya nanti kalau tumbuh bisa dijual, uangnya buat beli tahu.

FANATIK:
Kalau bertemu orang yang cara makan tahunya berbeda, langsung dihajar.

KRITIS:
Selalu bertanya, “Kenapa kita harus makan tahu pakai cabe bukan pakai Rhemason? Kan sama pedasnya?”

Hahahaha… Kalo saya biasanya makan tahu dulu baru diselingin cabenya… Asal jangan cabe-cabean ajaaaaa… Wkwkwk

27 2 / 2014

21 2 / 2014

"Seorang lelaki minimal harus bisa masak 3 macam masakan.
Masakan pertama adalah Indomie, gunanya adalah untuk bertahan hidup di perantauan ketika dompet ditimpa adzab.
Masakan kedua adalah masakan favourite istri, gunanya adalah buat nyogok istri disaat istri lagi manyun supaya tersenyum lagi.
Masakan ketiga adalah masakan mama yang paling disenangi, gunanya adalah ketika mama udah gak ada, ada obat kangen."

21 2 / 2014

Taubat

  • Seorang laki-laki datang pada Rasul SAW seraya berkata,
  • 1: "Jika aku berbuat dosa, apakah akan ditulis?"
  • 2: "Ya, akan ditulis."
  • Ia bertanya lagi,
  • 1: "Bagaimana jika aku bertaubat?"
  • 2: "Akan dihapus."
  • 1: "Bagaimana jika aku mengulangi lagi?"
  • 2: "Akan ditulis."
  • 1: "Ya Rasul, bagaimana kalau aku bertaubat?"
  • 2: "Akan dihapus."
  • Laki-laki itu pun berkata,
  • 1: "Ya Rasul, sampai kapankah Alloh akan menghapus?"
  • 2: "Alloh tidak akan bosan memberi ampunan sampai kalian bosan meminta ampun."
  • [HR. Thabrani dan Al-Hakim]

21 2 / 2014

Hahahaha…
Hayoooo ngaku tuh yang penganut KJDA…
Pasti banyak beuddd…

Hahahaha…

Hayoooo ngaku tuh yang penganut KJDA…

Pasti banyak beuddd…

(Source: vienamellia)

11 2 / 2014

Kamu pernah menghitung berapa tetes air yang ada di lautan? Mengapa ia menjadi asin padahal sumbernya semuanya sama berasal dari sungai yang mengalir dari daratan?

Kau tahu bagaimana rasanya hujan diatas lautan? Air beradu air. Membuat riak-riak yang mengerikan. Kau tahu bagaimana rasanya menjadi angin, menghempaskan setiap tetes air. Seperti menghempaskan perasaan-perasaannya sendiri.

Aku pernah menjadi angin. Mengalir dari ketinggian. Menghempaskan tubuhnya sendiri. Tidak tahu hendak kemana. Tidak tahu kapan berhentinya. Tidak tahu kapan akan tiada. Bertemu hujan, mengempaskannya. Bertemu daun gugur, menerbangkannya. Bertemu pepohonan, membuatnya gemerisik.

Aku memenuhi seluruh hidupmu, tapi tidak pernah kau sadari keberadaannya. Aku berusaha menyejukkanmu, kamu hanya memejamkan mata. Tidak pernah tahu keberadaanku.

Kau tahu bagaimana rasanya menjadi angin? Mungkin seperti aku saat ini, terus menerus berada di sekitarmu, tapi jarang tidak pernah kamu pedulikan. Menghempaskan dirinya sendiri agar kamu merasa nyaman dengan udara di sekitarmu. Menjadikan semilir angin menyejukkanmu. Membuatmu nyaman menjalani hari-harimu.

Jika kau tahu dimana aku berada. Aku selalu ada di dekatmu, baik dalam jarak maupun dalam doa. Maukah kau mencoba menjadi angin? Dan bersama-sama kita bisa menghempaskan tetes hujan, membuatnya menari-nari indah sebelum jatuh ke bumi. Menghempaskan dedaunan dan membuatnya bergetar, membuat irama yang merdu, seperti pada rumpun ilalang atau dedaunan pohon. Meniup lautan dan membuatnya menjadi gelombang yang mengantarkan bahtera ke tujuannya. Mengisi atmosfer dan menahan sayap burung-burung agar bisa terbang.


Maukah kau mencoba menjadi angin?

Bandung, 11 Februari 2014 | (c)kurniawangunadi

(Source: kurniawangunadi)

11 2 / 2014

anesazahra:

Ada Di Langit

Aku tinggal dibumi. Tapi, carilah aku di langit. Sebab aku tertahan diantara bintang-bintang. Kau jemput aku dengan doa-doa setelah shalatmu. Kau tengadahkan tanganmu atau bersujud, berdoalah untuk memintaku. Aku tertahan dan garis batas yang membentang diantara kita selebar langit dan bumi.